KETIKA plesir ke Bangkok perlu waspada. Ibukota Thailand ini menjadi kota berbahaya dikunjungi turis.
Dalam penelitian yang dirilis Departemen Luar Negeri Inggris tahun 2014, Bangkok muncul sebagai tujuan wisata berbahaya, di mana warga Inggris mengalami gangguan saat berlibur. Bentuk bahaya ini termasuk masalah kesehatan dan kriminal.
Sebanyak 84 ribu warga Inggris di seluruh dunia memerlukan bantuan dari Konsulat tahun lalu, mulai dari bantuan medis, penangkapan dan barang hilang. Selain kasus narkoba, faktor kebersihan di Bangkok membuat turis asal Inggris lebih banyak membutuhkan perawatan medis di rumah sakit.
Selain itu, kehidupan malam dan klub menjadi salah satu faktor penyebab banyak turis, termasuk asal Inggris membutuhkan perawatan medis di rumah sakit.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri Inggris mengatakan karena risiko besar para turis harus berhati-hati terutama malam hari.
“Alkohol dan obat-obatan menyebabkan Anda menjadi kurang waspada, kurang kontrol dan kurang menyadari lingkungan, sehingga sering terjadi kecelakaan, cedera, perampokan, penyerangan dan kehilangan dokumen penting,” ungkap Juru Bicara Departemen Luar Negeri Inggris dikutip Dailymail.
Lebih lanjut, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Inggris mengimbau untuk berhati-hati ketika berbelanja. Hal ini karena ketika berbelanja dari satu toko ke toko lainnya di Bangkok berisiko mengalami tindak kriminal.
“Waspadalah terhadap pencopet dan penjambret tas. Bahkan, mereka mencuri ketika naik sepeda motor di jalanan yang ramai atau ketika di bus, maka barang-barang harus tersimpan dengan benar,” imbuhnya.
Selain Bangkok, Paris dan Malaga termasuk kota berbahaya dikunjungi turis. Oleh karenanya, ketika berlibur di luar negeri harus waspada terhadap ancaman kejahatan.











0 comments:
Post a Comment