Instruction

Tuesday, February 3, 2015

Banyaknya Pekerjaan Rumah Indonesia Jadi Pusat Mode Dunia

www.pokerwalet.com | Agen Judi Poker Dan Domino Online | Poker dan domino Online | Poker Online Indonesia | Agen Poker Terpercaya |


WACANA untuk mewujudkan Indonesia menjadi pusat mode muslim dunia terkendala berbagai hal. Pasalnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan, baik pelaku industri mode, ataupun masyarakat itu sendiri.


Hal ini diungkapkan Ketua Umum Pusat Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Taruna K Kusmayadi. Meski pasarnya besar, busana muslim masih dipandang sebelah mata oleh beberapa pihak.


Bahkan, Taruna menilai jika busana tersebut belum dianggap sejajar dengan fesyen konvensional. Kondisi ini, dinilainya sangat berbeda jika dibandingkan dengan negara lain, yang sebenarnya masih kalah jauh untuk industri busana muslim.


“Pekerjaan rumah kita masih banyak di industri mode. Saya baru saja mengunjungi Paris untuk pameran ready-to-wear. Saat transit di Doha, saya melihat butik busana muslim ditata dengan bagus sehingga tidak kampungan. Sebetulnya, busana muslim di Indonesia masih dinilai sangat kampungan, sehingga mal besar mendeskriditkan busana muslim,” jelasnya di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Minggu (2/1/2015).


Selain itu, lanjut Taruna, busana muslim dinilai masih terpinggirkan karena kesadaran masyarakat untuk berpakaian fashionable juga masih kurang. Sebagai contoh, dosen Institut Kesenian Jakarta itu mengatakan, para jamaah umrah yang notabene mewakili Indonesia masih belum fashionable. Busana yang dikenakannya masih monoton. Padahal, mereka masih bisa bergaya dan tetap sesuai aturan.


"Saya pikir biro perjalanan umrah atau haji juga harus mensyaratkan busana muslim yang fashionable. Untuk menjadi kiblat busana muslim, tidak hanya industrinya yang siap, tapi juga masyarakat,” imbuh Taruna.


Karenanya, pemerintah diharapkan bisa membantu mengatasi masalah tersebut. Apalagi rencana menjadi pusat mode dunia, tidak ambisi Indonesia, melainkan juga negara lain.


“Saya juga dengar gosip jika Amerika ingin jadi pusat mode muslim dunia, padahal penduduk muslimnya jauh lebih sedikit dari Indonesia. Sehingga, pekerjaan rumah lainnya yang harus dilakukan adalah kementerian bisa memfasilitasi ini. Misalnya, desainer ke mal, dan UKM juga harus punya standar yang bagus,” tutup Taruna.


www.pokerwalet.com | Agen Judi Poker Dan Domino Online | Poker dan domino Online | Poker Online Indonesia | Agen Poker Terpercaya |

0 comments:

Post a Comment