UNTUK menekan angka kejadian kusta, berbagai hal sedang diusahakan pemerintah. Salah satunya adalah dengan metode kemoprofilaksis untuk mencegah penularan pada orang sehat.
Metode ini adalah pendekatan terbaru untuk menekan penyebaran penyakit kusta. Demikian seperti disampaikan oleh Ketua Subdirektorat Kusta, Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Rita Djupuri, M.Epid.
“Kemoprofilaksis adalah pendekatan terbaru dalam memberantas penyakit kusta. Saya kira ini bisa menjadi strategi pamungkas,” ujarnya saat ditemui di kantor Kemenkes, Rasuna Said, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Rita menjelaskan, setelah satu orang ditemukan menderita kusta, orang-orang di rumah dan di sekitar lingkungan penderita, termasuk siapa saja yang 20 jam terakhir tinggal bersama penderita kusta, akan diberikan obat dosis ringan dengan harapan tidak mengembangkan penyakit kusta.
“Metode ini sudah diuji coba di enam lokasi terbanyak kusta, seperti di Sumenep, Sampang, Sumba, dan lainnya. Ini kita kerjakan bersama dengan bantuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 2012 untuk menanggulangi kusta,” jelasnya.
Sejauh ini, hasil berupa penurunan kasus sebesar 22 persen telah dirasakan. Akan tetapi, Rita mengatakan ini belum bisa langung menjadi kebijaksanaan nasional, karena harus melalui kajian ilmiah yang cukup dari percobaan yang telah diterapkan.
“Yang jelas kita harus buat dulu panduan lengkapnya sesuai yang kita dapatkan, meskipun ini telah terbukti murah dan bisa diandalkan. Negara lain seperti Brasil dan India juga sudah melakukannya, namun hanya sporadis sifatnya, karena ini masih baru,” pungkasnya.











0 comments:
Post a Comment